Wisuda Doktor UPI Bandung

Hemmm malam tanggal 3 Desember itu istriku kembali mengingatkan agar secepatnya membeli tiket untuk ke Bandung. “Toh wisudanya sudah pasti tanggal 19 Desember, biar dapat tiket murah jauh-jauh hari harus beli tiket pesawat” begitulah kira-kira kata2nya. “Iya teorinya sih begitu, tapi gimana lagi uang belum ada” jawabku dengan nada meninggi.
Aku sangat menyadari waktu wisudaku tepat akhir minggu dan mepet dengan libur Natal, sudah pasti harga tiket akan setinggi langit. Namun bukan Tuhan namanya jika tidak memberikan hamnya solusi, karena pas besoknya ternyata mendapat honor ngajar S2, sehingga aku langsung ke Travel jalan Gatotsubroto walaupun sambil terus berdoa “Ya Tuhan semoga hamba mendapat tiket murah”. Tetapi apa daya setelah di travel, aku diberikan info tiket dari Denpasar ke Bandung tanggal 17 Desember itu harganya 598ribu “yah dengan uang segini ga bisa ngajak istri dan anak2 ni” gumanku dalam hati. “Ya sudahlah cukup mengajak ibu saja ke Bandung, hitung2 biar ibuku pernah naik pesawat” kataku dalam hati sambil menghibur diri hehehehe.
“Ini pak tiketnya” kata penjual tiketnya. “Horeeee akhirnya bisa ke Bandung Wisuda walau sama ibu saja”
Sampai dirumah aku seperti biasa melapor sama istri hehehe. Namun pertanyaan istri kembali membuatku pasrah. “ya tiket balik ke Bali aku belum beli” aduuuhh pikiranku kembali kacau. Seketika aku ambil Hp trus buka FB dan memposting “Duuhh harga tiket Bandung-Denpasar sangat mahal”. Aku sih berharap dengan membuat status itu akan ada donatur yang datang. Tapi setelah berhari2 yang ada cuma like dan like saja jadi yaaaa terpaksa aku hapus lagi.
Hari berganti dan Galungan pun datang, pagi2 aku sudah bangun dan bersembahyang dipura, pikirku biar tenang. Namun tiket balik ke Bali itu telah menyiksaku sehingga dengan terpaksa aku sms sohib di Bandung “dek carikan saya tiket kereta api dari Bandung ke Surabaya ya, tanggal 19 Desember”. Sambil menunggu respon Kadek Prima, aku BBM temanku di Surabaya, namanya Theresia Indrawati, seorang ibu yang luar biasa. “Oke pak ketut jika nanti sudah di Surabaya aku yang jemput” katanya ibu theresia di BBM. “Iya bu nanti sekalian ajak saya jalan2 ya” pintaku dengan memelas kemudian.
Yeeees akhirnya sms yang ditunggu pun sampai. Tiket KA Bandung-Surabaya sudah terbooking. “makasi ya sahabatku Kadek Aria Prima Dewi PF”. maaf baru bilang terimakasih sekarang hehehehee.
Siang di hari rabu tanggal 17 Desember semua sudah bersiap, aku, istri dan ibu. Apalagi anak2ku sudah tidak sabaran ingin naik mobil ke Denpasar. Sebelum ke Denpasar, aku ke Klungkung dulu maklum mertua lagi ke Bali, jadi wajib hukumnya untuk ke Klungkung, biar mantu dan mertua tetap mesra hehehehe.
Dan akhirnya perjalanan ke bandara ngurah rai pun dimulai. Agar tidak bayar taxi, aku minta tolong sama adik2 misan “suksma nggih de aget dan ketut nyelem sudah mengatar ke bandara”.
Setelah menunggu beberapa lama, akhinya panggilan untuk naik pesawat terdengar juga. “Ayo mek kita naik sekarang” kataku pada ibu. Hampir 2 jam dilalui di dalam pesawat dan akhirnya sampai juga di Kota Bandung. “Saya pesan taxi pak ke hotel ponty” kataku pada petugas taxi setelah tiba di pintu depan kedatangan bandara Bandung.
Singkat cerita pagi di hotel ponty begitu cerah dan sahabatku Kadek Prima sudah datang membawakan sepatu. Iya sebelumnya aku sudah berpesan untuk membelikan sepasang sepatu karet, harganya 35ribu. Murah kan??? hehehehe
Siang itu tanggal 18 Desember aku kekampus UPI dengan agenda : Mampir Ke Jurusan PLS, ehhh maaf namanya sekarang Departemen PLS. Keren kan?. Setelah itu mengikuti sidang promosi doktor bapak wayan kertih dosen UNDIKSHA dan Gladi wisuda. Tapi sebelum gladi aku ke kantin dulu makan bersama dek prima, romo dan parhan. Yeeeee dikantin ternyata aku ketemu mahasiswa S2 bahasa Sunda wah wah makin ganteng dan cantik saja mereka.
Tepat jam 13.00 aku menuju gedung Gymnsm untuk gladi dan mengambil Toga. wah sudah tidak sabaran memakainya.
Sipppp saya persingkat ceritanya plus tanpa jeda iklan. Pagi di hari Jumat tanggal 19 Desember, aku di bangunkan oleh ibu “Tut tut bangun sdh jam berapa ini?” kata ibuku. Sambil gelagapan aku bangun dan melihat Hp. “Addaaaahh mek ini masih jam 2.30 wib” iya ternyata ibuku mungkin sdh tidak sabar menghadiri wisuda anaknya yang “ganteng” sehingga terbangun tengah malam. Terbangun lagi sekali jam sudah menunjukkan pukul 4.30 dan segera aku bergegas mandi. Namun kekacauan terjadi, sampai jam 5.30 petugas hotel belum mengantar makanan dan air panas untuk ibuku minum kopi. Padahal jam 6.30 katanya pintu gedung wisuda sudah ditutup dan tidak boleh masuk lagi. yaaaa sambil menunggu makanan, aku jemput dulu Kadek Prima yang dihari itu aku “perintahkan” hehehe maaf ya, untuk jadi photografer.
Ciaaatttt tiba dihotel lagi langsung makan, sikat gigi, pakai toga dan langsung cuuus ke kampus. Dihalaman gymnsm tempat wisuda tiba2 seorang bapak menghampiriku dan berkata “maaf pa, bpk mau wisuda, itu bajunya kebalik” yaaaa malu malu malu ternyata baju yang aku pakai ke balik. Dengan sigap dan tangkas akhirnya aku benarkan bajunya sambil tengok kanan kiri melihat wisudawan lainnya.
“Wisuda gelombang 3 UPI akan dimulai. Prosesi UPI memasuki ruangan, hadirin dimohon berdiri” itulah komando dari pembawa acara. Siapppp acara demi acara dilalui sampai pukul 10.30 wib. Setelah MWA, Rektor dan Senat UPI meninggalkan ruangan, acara wisuda pun selesai. Aku pun tengak tengok melihat2 Ibu dan kadek prima, dimna mereka. Ini saatnya menghabiskan muka untuk di foto. Sambil berjalan perlahan ke luar belum jg ketemu. Dan setelah telp demi telp berlalu akhirnya ketemu dan dimulailah acara sesungguhnya yaitu BERFOTO RIA hehehe.
Setelah puas dan wajahku menipis aku segera kegedung SPs untuk mengambil Snack dan mencari ibu Ruhaliah, iyaaa ibu ini memang super baik. Dihari wisudaku ibu Ruhaliah mentraktirku makan di rumah makan cianjur. “Makasi bu ya”. hehehe.
Setelah makan siang aku segera kembali kekampus untuk mengitu acara pelepasan Departemen PLS. Dan setelah itu sebelum berangkat ke Stasiun aku berkemas dan mandi di kostnya dek prima.
Malam itu hujannya sangat deras, namun aku harus tetap ke stasiun bersma ibu. Kereta sudah menanti pukul 21.30 wib. Singkat cerita di dalam Kereta Api karena kelasku Ekonomi jd agak berdesakan dan tempat duduknya saling berhadapan. Walaupun kurang nyaman tp itulah nasibku heheheh. Seiring dengan semua penumpang telah masuk gerbong ehhh ternyata disampingku ada duduk cewek yaaa lumayan cantik yang bisa diajak ngobrol plus bapak yang kelihatan begitu sopan dan senang bicara. Jadilah kami bertiga ngobrol kesana kemari sampai akhirnya “petaka itu datang” yaaa memang petaka karena ketika aku bilang bahwa aku dari Bali, si bapak tadi langsung berkata “Oh dari Bali… Ah di Bali itu banyak orang telanjang.. Itu dosa besar…” karena sebelumnya kami bercanda2 jadi aku timpali “Ya pak untuk mengetes iman” hehehe. Tapi ternyata suara bapak itu semakin meninggi dan berkata “Ahhh dosa itu. Ga bener itu..” sambil pindah tempat duduk dan tidak mau mengobrol lagi denganku. Kasian banget diriku heheheh cuma bagus juga pikirku dia pindah, akhirnya aku bisa leluasa ngobrol dengan cewek itu yang kemudian aku ketahui sedang menempuh S2 kebidanan di UNPAD. Yaaah kesempatan ngobrol sama bidan tidak aku sia2kan jd semua pertanyaan tentang kehamilan sampai alat kontrasepsi aku tanyakan. Dan kesimpulannya KB Implan itu katanya yang paling aman hehehe Ini oleh2 info untuk istriku dirumah.
Sampai di Surabaya aku sudah ditunggu oleh Ibu Teresia dan segera setelah itu mengantar keliling Surabaya. Menjelang siang aku diajak menyeberangi Suramadu dan terus ke Madura untuk makan siang dan beli kain Batik. Katanya khas Madura. Sifat wanita ibuku pun muncul dengan memborong 5 buah kain batik yang masing2 panjangnya 2 meter. Waaaah tumben aku lihat ibuku belanja kain. ohhhhh iya sebelumnya ibuku juga sudah beli kain kebaya 600ribu di pasar baru tanggal 18 Desember sebelum wisuda. Sampai hujan2an tidak jadi persoalan yang penting tahu yang namanya pasar baru.
Okeee singkat cerita jam keberangkatan travel sakura dari Surabaya ke Denpasar sudah tiba. Tapi agak sedikit menjengkelkan karena hampir 2 jam cuma muter2 Surabaya untuk menaikkan penumpang dan yaaaa akhirnya terlambat sampai Denpasar. Aku sampai Denpasar itu pukul 10.15 wita tepat dihari minggu tanggal 21 Desember 2014.
Oke semua itu cerita perjalanan wisudaku. Walau penuh perjuangan karena tidak mampu beli tiket pesawat tapi sungguh membahagiakan, karena aku telah mampu memberikan pengalaman pada ibuku merasakan semua moda transportasi. Mulai dari pesawat, kereta api, mobil, dan kapal laut. Sekali perjalanan semua moda transportasi dirasakan. Hehehe

IMG_8243

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *